Luka Diabetes Sulit Sembuh, Apa Ciri dan Penyebabnya?

 

Luka Diabetes Sulit Sembuh, Apa Ciri dan Penyebabnya?

Luka Diabetes Sulit Sembuh, Apa Ciri dan Penyebabnya? - Luka diabetes adalah kondisi luka yang sulit sembuh yang dialami oleh penderita diabetes akibat kadar gula darah yang tinggi. Luka ini biasanya muncul di bagian kaki, tetapi dapat juga terjadi di bagian tubuh lainnya. Luka diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, gangrene, bahkan amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri, penyebab, dan cara merawat luka diabetes agar tidak semakin parah.

Ciri-ciri Luka Diabetes

Luka diabetes dapat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Warna kulit menggelap dan kemerahan di sekitar area luka.
  • Muncul nanah atau cairan dari kulit yang terluka.
  • Muncul aroma tak sedap dari area luka, terutama di kaki.
  • Kulit di sekitar luka terlihat bengkak dan terasa sakit.
  • Bagian yang terluka tak kunjung sembuh atau justru menyebar.
  • Pada kasus yang parah, pasien dapat menemukan jaringan hitam di sekitar luka karena aliran darah yang terhambat.

Berdasarkan kedalaman luka dan kondisi jaringan kulit di sekitarnya, terdapat klasifikasi tingkat keparahan luka diabetes dengan skala 0 – 5 seperti berikut ini:

  1. Skala 0: luka kecil yang hanya disertai nyeri.
  2. Skala 1: luka di bagian kulit atas.
  3. Skala 2: luka dalam hingga mencapai otot dan sendi.
  4. Skala 3: luka yang lebih dalam hingga terkena tulang.
  5. Skala 4: gangrene hanya di bagian tertentu kaki.
  6. Skala 5: gangrene di seluruh bagian kaki.

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh

Luka diabetes sulit sembuh karena beberapa faktor, antara lain:

Peredaran Darah Terganggu

Kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat membuat pembuluh darah arteri lama-lama mengeras dan menyempit. Hal ini menyebabkan aliran darah dari jantung menuju seluruh tubuh jadi terhambat. Penyempitan arteri akhirnya menghambat suplai darah yang kaya oksigen dan nutrisi. Padahal, oksigen dan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan luka. Itu sebabnya, tubuh orang diabetes pun kesulitan memperbaiki kerusakannya dengan cepat12.

Daya Tahan Tubuh Lemah

Selain karena penyempitan pembuluh darah, luka pada tubuh diabetesi (sebutan untuk pasien diabetes) susah sembuh karena daya tahan tubuh yang cenderung melemah. Menurut penelitian dalam International Journal Of Molecular Sciences (2017), kadar gula darah yang tinggi pada pasien diabetes dapat memengaruhi kinerja sel darah putih. Sel darah putih adalah sel yang bertugas melawan infeksi bakteri atau kuman yang masuk ke dalam tubuh12.

Kerusakan Saraf

Tingginya kadar gula darah pada kasus diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan saraf yang dalam dunia medis dikenal dengan nama neuropati diabetik. Neuropati menyebabkan kesemutan dan mati rasa (kebas) sehingga acap kali membuat Anda sulit untuk merasakan sakit ketika mengalami cedera dan sebagainya. Kerusakan saraf ini umum tejadi pada tangan dan kaki. Akibat tidak dapat merasakan munculnya luka tersebut, maka penderita sering kali terlambat dalam mendeteksi jika penyakitnya tersebut sudah sampai menimbulkan luka13.

Cara Merawat Luka Diabetes

Luka diabetes memerlukan perawatan khusus agar tidak bertambah parah atau mengalami infeksi. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk merawat luka diabetes:

  • Bersihkan area luka dengan air bersih atau larutan antiseptik seperti povidone iodine atau chlorhexidine gluconate. Hindari menggunakan alkohol atau hidrogen peroksida karena dapat merusak jaringan kulit sehat.
  • Keringkan area luka dengan lembut menggunakan handuk bersih atau kasa steril. Jangan menggosok atau menekan area luka dengan keras.
  • Oleskan salep antibiotik atau obat lain yang diresepkan dokter pada area luka untuk mencegah infeksi.
  • Tutup area luka dengan perban atau plester steril yang sesuai dengan ukuran dan bentuk luka. Ganti perban atau plester setiap hari atau sesuai anjuran dokter.
  • Jaga agar area luka tetap kering dan bersih. Hindari membasahi atau mencelupkan area luka ke dalam air saat mandi atau berenang.
  • Jauhkan area luka dari tekanan atau gesekan yang dapat memperburuk kondisi luka. Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak sempit jika luka berada di kaki.
  • Kontrol kadar gula darah secara rutin dengan mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter, menjaga pola makan sehat, dan berolahraga secara teratur.
  • Periksakan diri ke dokter secara berkala untuk memantau perkembangan penyembuhan luka. Segera hubungi dokter jika ada tanda-tanda infeksi seperti demam, nanah, bau busuk, bengkak, merah, atau nyeri berlebihan pada area luka.

Pencegahan Luka Diabetes

Luka diabetes dapat dicegah dengan beberapa cara berikut ini:

  • Mengontrol kadar gula darah secara rutin dengan mengikuti saran dokter tentang pengobatan, pola makan, dan olahraga.
  • Memeriksa kondisi kulit secara berkala untuk mendeteksi adanya lecet, lebam, bengkak, kemerahan, atau kerusakan lainnya. Perhatikan terutama bagian kaki karena lebih rentan terkena luka diabetes.
  • Menjaga kebersihan kulit dengan mandi setiap hari menggunakan sabun lembut dan air hangat. Keringkan kulit dengan lembut menggunakan handuk bersih setelah mandi.
  • Menggunakan pelembap kulit untuk mencegah kekeringan atau pecah-pecah kulit yang dapat menjadi pintu masuk bakteri atau kuman.
  • Menggunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai ukuran saat beraktivitas. Hindari berjalan tanpa alas kaki atau menggunakan alas kaki yang sempit atau kasar.
  • Memotong kuku kaki secara teratur dan hati-hati untuk mencegah cedera pada kulit sekitarnya. Jika perlu, minta bantuan dokter atau ahli perawatan kuku profesional untuk memotong kuku Anda.
  • Menghindari merokok karena dapat memperburuk sirkulasi darah dan memperlambat penyembuhan luka.

Luka diabetes adalah salah satu komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes. Luka ini sulit sembuh karena beberapa faktor seperti peredaran darah terganggu, daya tahan tubuh lemah, dan kerusakan saraf. Luka diabetes dapat menyebabkan infeksi, gangrene, bahkan amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri, penyebab, dan cara merawat luka diabetes agar tidak semakin parah. Selain itu, pencegahan luka diabetes juga dapat dilakukan dengan mengontrol kadar gula darah secara rutin, memeriksa kondisi kulit secara berkala, menjaga kebersihan kulit, menggunakan alas kaki yang nyaman, memotong kuku kaki secara teratur dan hati-hati, dan menghindari merokok.

Demikianlah contoh konten yang membahas tentang Luka Diabetes Sulit Sembuh, Apa Ciri dan Penyebabnya? Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam membuat konten yang menarik dan informatif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dengan Ramuan Alami

9 Makanan Penyebab Alergi yang Paling Umum

5 Gejala Depresi yang Sering Dianggap Sepele